Minggu, 18 Desember 2011

Magenta Membrane

Ini sudah entah hari keberapa sejak saya berada dalam 'ini' semua. Dia menyebutnya permainan. Saya masih kebingungan. Yang saya tahu, hari ini saya tidur siang selama kurang dari 45 menit dan saya terbangun dengan jantung berdetak sangat keras, begitupun saat berada di dalam mimpi.

Cerita dalam mimpinya sederhana. Saya hendak pergi dengan beberapa orang teman saya, begitu juga dengan dia. Saat itu kondisinya malam. Kami hendak bepergian dalam satu mobil. Hanya saja, saya tersadar bahwa saya belum membawa kunci rumah. Saya pun berbalik ke arah pintu depan, mengunci pintu dan membawa kunci. Saat kembali ke depan pagar, saya tersadar bahwa mobil yang hendak membawa saya bersama dengan teman-teman dan Dia, sudah pergi. Tiba-tiba saya merasa sangat ketakutan, karena keadaan yang sudah saya ketahui adalah malam, membawa rasa pekat dan gelap serta asing. Di saat yang sama, keadaan gelap itu saya sadari sebagai perubahan warna, itu bukan gelap.. itu adalah warna ungu tua menjelang merah muda, saya senang menyebutnya sebagai Magenta. Mata saya seperti diselaputi membran berwarna Magenta, ketika saya tersadar ada sosok di depan saya yang terbatas oleh pagar, mengenakan Coat Burberry berwarna cream. Saat saya menuliskannya pun, saya masih ingat persis warna selaput itu, sosok berjubah itu dan perasaan deg-degan, jantung yang berpacu sangat kencang. Rasanya, saya sangat ketakutan karena tidak tahu apa yang terjadi. Rasanya, keadaan itu begitu nyata. Ketika saya tahu bahwa itu adalah mimpi, entah bagaimana adegannya tergantikan dengan saya yang sedang duduk di bangku bioskop. Saya menonton beberapa adegan yang berupa slide. Yang saya ingat, ada sosok seperti siluet hitam bangun dari duduknya di depan saya dan bergerak seperti menunduk. Adegan-adegan yang ada dalam slide pun bukan adegan penting, hanya seperti iklan-iklan makanan. Salah satunya mengenai sushi.

Mengapa mimpi ini menjadi penting, karena saya merasakan bahwa itu bukan seperti mimpi. Adegan sushi adalah slide terakhir yang saya ingat, sembari saya katakan pada diri saya untuk bangun (karena saya sadar bahwa saya sedang mimpi). Ketika saya sudah membangunkan diri saya, tepatnya membuka mata saya, saya bisa melihat bahwa saya sudah bangun, karena yang terlihat adalah bantal yang menutup mata. Anehnya, ketika saya menutup lagi mata saya, saya dengan mudahnya masuk lagi ke dalam mimpi  tersebut. Itu bukan tidur, dan itu bukan mimpi. Saya hanya seperti sedang berganti tempat dan kejadian. Rasanya yang saya sebut mimpi itu adalah saya sedang pindah ke dalam 'tempat' tersebut dan saya nyatakan sebagai mimpi.

Yang jadi pertanyaan berikutnya, saat saya sedang melihat sosok dengan Burberry itu, maupun melihat adegan slide di bioskop, ada membran magenta yang meliputi tiap kali ada pergantian adegan.
Yang jelas saya tahu, hidup saya belakangan memang menjadi semakin aneh. Entah siapa yang biasa mengerti, selain Dia.

Keanehan ini terus terjadi dan meningkat tiap kali saya menyadari sesuatu. Baiknya saya sebut kesadaran akan Kebijaksanaan Tuhan.

Perjalanan ini memang masih awal, tetapi saat ini saya masih ingin bercerita tentang keanehan tidur dan mimpi saya saja. Apabila Anda tetap disini, membaca ini, mungkin akan segera ada tambahan blog, yang menjelaskan kenapa saya ada pada kondisi ini dan menjelaskannya kepada Anda.

Yang saya tahu, saya menuliskan ini dengan begitu lancar tanpa terlalu banyak berpikir dan Anda sedang merasakan keanehan karena Anda mungkin pernah mengalaminya atau Anda hanya sekedar berpikir saya aneh.

Tapi yang saya cukup yakin, entah bagaimana akan ada blog-blog lanjutan yang menceritakan kedekatan dan Kebijaksanaan Tuhan.

Stay disini, setidaknya agar Anda bisa menyaksikan hidup saya dan dapat saya bagikan kebahagiaan karena telah mengenal Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar